Skip to main content

Soal Kasus Implementasi



TUGAS KDK


DISUSUN OLEH
RIAN EFENDI
RIAN SAPUTRA
RIO ANA PARDEDE
TAUFIK HIDAYATULLAH
ZULIZA

Kelompok           : V
Tingkat               : 1B
Prodi                   : D3 Keperawatan



STIKes Payung NegeriPekanbaru – Riau
Tahun Ajaran 2012-2013


SOAL :

KASUS

Tn. M (47 th) masuk rumah sakit dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari lalu. Klien mengatakan saai ini sesak bertambah berat yang diikuti dengan batuk berdahak, namun dahak sangat sulit dikeluarkan. Istri klient mengatakan bahwa awalnya klient hanya mengalami flu biasa. Saat bernafas klient tampak berusaha keras, hingga kedua bahu terangkat. Hasil pemeriksaan menunjukkan frekuensi nafas 23x/i, pola nafas cepat dan dangkal. Pada hidung nampak sekret yang sangat kental dan berwarna hijau, terdengar bunyi ronkhi pada kedua lapang paru.

1.    Apakah yang dimaksud dengan implementasi?
2.    Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis perawatan (masing-masing berikan contoh)?
3.    Apa saja pertimbangan yang harus dilakukan perawat saat mengambil keputusan dalam implementasi?
4.    Sebutkan dan jelaskanlah proses-proses dari implementasi?
5.    Sebutkan dan jelaskanlah jenis-jenis keterampilan dalam implementasi?
6.    Tuliskanlah rencana intervensi berdasarkan kasus di atas (dalam bentuk tabel)?
7.    Tuliskan implementasi dari kasus diatas !














1.    Apa yang dimaksud dengan implementasi?
     implementasi adalah langkah keempat dalam tahap proses keperawatan dengan melaksanakan berbagai strategi keperawatan (tindakan keperawatan) yang telah direncanakan dalam rencana tindakan keperawatan.

2.    Sebutkan dan jelaskan jenis jenis perawtan (masing masing berikan contoh)
a.       Tindakan keperawatan kolabortatif
Contohnya :konsultasi dengan ahli terapi fisik mengenai kemajuan klien menggunakan walker
b.      Tindakan keperawatan mandiri
Contoh :
1.      Mengkaji rom ektremitas atas klien
2.      Melakukan latihan eom pasif pada kaki kiri klien 4 kali sehari

3.      Apa saja pertimbangan yang harus dilakukan perawat saat mengambil keputusan dalam implementasi
a.      Perawat harus mengetahui tentang hak hak pasien serta dalam memahami tingkat perkembangan pasien tanpa membeda bedakan
b.      Perawat harus mengetahui teknik komunikasi yang jelas dari pasien

4.      Sebutkan dan jelaskan proses proses dari implementasi?
1)      Tahap preinteraksi
-       Cek catatan keperawatan dan catatan medis pasien
-       Cek kebutuhan pasien
2)      Tahap orientasi
-          Berikan salam
-          Panggil  nama pasien dengan sopan
-          Mejelaskan waktu yang dibutuhkan
-          Menjelaskan peran perawat pada pasien
-          Menjelaskan tanggung jawab perawat pada pasien
-          Melakukan validasi
3)   Tahap terminasi
-          Akhiri pertemuan denngan cara yang baik dan sopan
-          Evaluasi hasil kegiatan (subjektif dan objektif)
-          Melakukan kontrak untuk pertemuan selanjutnya
5.      Sebutkan dan jelaskan jenis jenis dan keterampilan dalam implementasi ?
A.    Keterampilan kognitif
Menyangkut pengetahuan dalam keperawatan
B.     Keterampilan interpersonal
Berkomunikasi dengan jelas kepada pasien,keluarga dan anggota perawtan kesehatan lain nya
C.     Keterampilan psikomotor
Kebutuhan langsung perawatan pasien seperti memberikan suntikan dan pemasangan infus

6.      Tuliskanlah rencana intervensi berdasarkan kasus di atas (dalam bentuk tabel)?
                                                            intervensi
Mandiri
Rasional
Lihat frekuensi atau kedalam nafas dan pola nafas sesuai indikasi.
Pengkajian yang teratur perlu dilakukan karena tingkat toksin dapat berubah dengan cepat.
Tinggikan bagian kepala tempat tidur
Menurunkan kemungkinan terjadinya aspirasi
Anjurkan batuk atau latihan nafas dalam dan ubah posisi secara teratur
Memfasilitasi ekspansi paru dan mobilisasi sekret untuk mengurangi resiko terjadinya atelektasis atau pneumenia 
Auskultasi bunyi nafas. Catat adanya bunyi tambahan (misalnya ronkie)
Pasien beresiko mengalami atelektasis akibat hipopentilasi dan pneumenia.
Siapkan peralatan pengisap. Sediakan alat bantu nafas.
Depresi pernafasan ayng memerlukan intrvensi untuk mencegah terjadinya henti nafas.
Kolaborasi
Rasional
Berikan oksigen tambahan bila perlu
Hipoksia dapat terjadi pada depresi pernafasan
Kaji ulang sinar x dada, oksimetri nadi bila ada/ sesuai indikasi
Pemantau adanya konflikasi skunder seperti atelektasis/pneumenia, mengevaluasi keefektifan usaha nafas.



7.      Tuliskan implementasi dari kasus di atas!
a.       Pengkajian
-          Analisa data
Data
Penyebab
Masalah
Ds   : pasien mengatakan
         sesak nafas diikuti
         batuk berdahak ber
         awal dari flu
Do  : pola nafas cepat dan         dangkal
         pada hidung tampak
         sekret sangat kental
         terdengar bunyi
         ronki  
Ttv: frekuensi nafas
          32x/i
Flu dan peningkatan sekret yang sangat kental
Pola nafas resiko ketidak efektifan
b.      Diagnosa
Pola nafas, resiko ketidak efektifan b/d peningkatan sekret yang sangat kental d/d batuk berdahak, pola nafas cepat dan dangkal.

c.       Perencanaan
Perencanaan
Mandiri
Rasional
Pantau frekuensi atau kedalaman nafas dan pola nafas sesuai indikasi. Catat adanya periode apnea.
Pengkajian yang teratur perlu dilakukan karena tingkat toksin dapat berubah dengan cepat
Tinggikan bagian kepala tempat tidur
Menurunkan kemungkinan terjadinya aspirasi
Anjurkan batuk atau latihan nafas dalam dan ubah posisi secara teratur
Memfasilitasi ekspansi paru dan mobilisasi sekret untuk mengurangi resiko terjadinya atelektasis atau pneumenia 
Auskultasi bunyi nafas. Catat adanya bunyi tambahan (misalnya ronkie, mengi
Klien beresiko mengalami atelektasis akibat hipopentilasi dan pneumenia.
Siapkan peralatan pengisap. Sediakan alat bantu nafas.
Depresi pernafasan ayng memerlukan intrvensi untuk mencegah terjadinya henti nafas.
Kolaborasi
Rasional
Berikan oksigen tambahan bila perlu
Hipoksia dapat terjadi pada depresi pernafasan
Kaji ulang sinar x dada, oksimetri nadi bila ada/ sesuai indikasi
Pemantau adanya konflikasi skunder seperti atelektasis/pneumenia, mengevaluasi keefektifan usaha nafas.

d.      Implementasi/ pelaksanaan
1.      Memasang oxigen
2.      Mempertahankan sumber oxigen
3.      Metode pengaliran oxigen
4.      Terapi obat-obatan mukolitik(untuk mengencerkan mukus)
5.      Memberi posisi pasien
6.      Terapi pernafasan




















DAFTAR PUSTAKA

A. Aziz Alimul Hidayat(2008), Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2
Salemba Medika, Jakarta.
Barabara R. Hegner(1994), Asisten Keperawatan Suatu Pendekatan Proses Kep.
Kedoktoran EGC, Jakarta.
Nurjannah Intansari (2005), Aplikasi Proses Keperawatan.
MocoMedika, Yogyakarta.
Marilnn E. Doenges, dkk(2007), Rencana Asuhan Keperawatan Psikiatri.
Kedoktoran EGC, Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Cara mendapatkan subscribe tercepat

Selamat gabung disini, anda bisa bergabung disini dengan membantu subscribe pada dasar nya Setelah subscribe ,anda akan disubscribe kembali Artinya kita saling membantu untuk mendapatkan subscribe youtube orang Dan disini kalian dapat gabung digroup chat nya dibawah ini.!! *Chanel Psp rengat *chanel putra pasir Halo! Saya membuat grup chat YouTube agar kita dapat berbagi video dengan lebih mudah. :) Bergabunglah di sini: https://youtu.be/join/ct-9ZnDkApb0gg

AMPUTASI

AMPUTASI Pengertian Amputasi Amputasi berasal dari kata “amputare” yang kurang lebih diartikan “pancung”. Amputasi dapat diartikan sebagai tindakan memisahkan bagian tubuh sebagian atau seluruh bagian ekstremitas. Tindakan ini merupakan tindakan yang dilakukan dalam kondisi pilihan terakhir manakala masalah organ yang terjadi pada ekstremitas sudah tidak mungkin dapat diperbaiki dengan menggunakan teknik lain, atau manakala kondisi organ dapat membahayakan keselamatan tubuh klien secara utuh atau merusak organ tubuh yang lain seperti dapat menimbulkan komplikasi infeksi. Kegiatan amputasi merupakan tindakan yang melibatkan beberapa sistem tubuh seperti sistem integumen, sistem persyarafan, sistem muskuloskeletal dan sisten cardiovaskuler. Labih lanjut ia dapat menimbulkan madsalah psikologis bagi klien atau keluarga berupa penurunan citra diri dan penurunan produktifitas. Penyebab / faktor predisposisi terjadinya amputasi Tindakan amputasi dapat dilakukan pada kond...

KEPERAWATAN JIWA

KEPERAWATAN JIWA LAPORAN PENDAHULUAN I.        MASALAH UTAMA Gangguan alam perasaan: depresi. II.     PROSES TERJADINYA MASALAH Depresi adalah suatu jenis alam perasaan atau emosi yang disertai komponen psikologik : rasa susah, murung, sedih, putus asa ‑dan tidak bahagia, serta komponen somatik: anoreksia, konstipasi, kulit lembab (rasa dingin), tekanan darah dan denyut nadi sedikit menurun. Depresi disebabkan oleh banyak faktor antara lain : faktor heriditer dan genetik, faktor konstitusi, faktor kepribadian pramorbid, faktor fisik, faktor psikobiologi, faktor neurologik, faktor biokimia dalam tubuh, faktor keseimbangan elektrolit dan sebagai­nya. Depresi biasanya dicetuskan oleh trauma fisik seperti penyakit infeksi, pembedah­an, kecelakaan, persalinan dan sebagainya, serta faktor psikik seperti kehilangan kasih sayang atau harga diri dan akibat kerja keras. Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsun...